Selasa, 17 November 2015

MALBORO GOLD

MALBORO GOLD
Malboro gold
Nama “Marlboro” mungkin telah akrab di telinga kita. Rokok produksi PT. Philip Morris ini kerap kali disebut sebagai perintis kemunculan rokok-rokok produksi dalam negeri yang diproduksi di bawah pengawasan produsen asing, karena keberadaannya di Indonesia yang terbilang cukup lama. Agaknya tidak seperti rokok-rokok “putih” lainnya, racikan, rasa dan aroma yang khas “barat” dari rokok ini tidak lantas menjadikannya sepi peminat. Rasanya yang oleh beberapa orang (berdasarkan survey) dirasa sangat nikmat, membuat rokok ini dapat mempertahankan eksistensinya di kalangan penikmat rokok di Indonesia yang mayoritas merupakan penikmat rokok kretek khas negeri sendiri. Seiring berjalannya waktu, Marlboro, yang notabene tergolong rokok merk asing, kini harus memutar otak untuk meningkatkan angka penjualannya yang turun akibat regulasi yang melarang produsen rokok (terutama rokok asing) untuk beriklan di media penyiaran televisi. Tidak hanya itu, reduksi terhadap iklan rokok juga dilakukan di media-media massa yang lain seperti majalah dan radio. Alhasil, untuk mengimbangi belanja iklan yang berkurang, PT. Philip Morris kemudian menambah varian-varian pada rokok Marlboro di Indonesia. Awalnya, hanya terdapat 3 varian rokok Marlboro yang diproduksi dan diperjualbelikan di Indonesia, yaitu Red Marlboro (Marlboro merah), Marlboro Menthol (Marlboro hijau), dan Marlboro Lights (Marlboro putih). Namun, seiring berkembangnya waktu, PT. Philip Morris membuat 3 varian Marlboro baru, yaitu Marlboro Mix 9 (Marlboro dengan campuran rempah khas Indonesia), Marlboro Black Menthol, dan terakhir Gold Marlboro Lights. Semua varian tersebut tentu diciptakan dengan rasa dan kandungan nikotin dan tar yang berbeda. Perbedaan yang cukup signifikan akan dapat terlihat ketika kita mengkomparasikan Marlboro merah dan Marlboro puih varian baru (Gold Marlboro Lights). Marlboro merah yang merupakan, produk standar Marlboro memiliki rasa dan aroma yang cenderung lebih kuat dibanding dengan Marlboro yang berwarna putih. Selain itu, kandungan zat yang terkandung di dalamnya juga berbeda. Di dalam Marlboro merah terkandung tar sejumlah 13mg dan nikotin sejumlah 1,0mg. Sedangkan di dalam Marlboro putih terkandung tar dan nikotin dengan bobot yang lebih rendah, yaitu 9mg tar dan 0,8mg nikotin. Namun tahukah anda apa yang membuat kedua varian tersebut berbeda? Kunci pembeda rasa dan zat yang terkandung dalam kedua rokok tersebut ternyata terdapat pada kertas pembungkus tembakau (selongsong batang rokok). Apabila kita cermati menggunakan kaca pembesar, pada bagian batang rokok (bukan bagian filter) keduanya terdapat perbedaan yang nyaris tak kentara. Perbedaannya adalah pada bintik-bintik dengan ukuran mikro yang diketahui belakangan merupakan rongga-rongga udara pada selongsong rokok Marlboro putih dan tidak terdapat di selongsong rokok Marlboro merah. Usut punya usut, ternyata Sang Produsen menggunakan racikan tembakau dengan komposisi yang persis sama pada kedua varian rokok ini. Kemudian untuk membedakannya, Sang Produsen sengaja membuat rongga-rongga mikro pada selongsong batang rokok Marlboro putih. Rongga-rongga tersebut menyebabkan volume udara dari luar batang rokok menjadi lebih banyak terhisap. Hal itulah yang membuat penikmat rokok Marlboro putih mendapatkan rasa yang cenderung lebih lembut dan ringan ketika menghisapnya, dibandingkan ketika mereka menghisap rokok Marlboro yang berwarna merah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar